PENGERTIAN SUPERVISI
Supervisi/inspeksi/pemeriksaan/pengawasan/penilikan
Super = di
atas
Vision =
pengelihatan
Supervisi:
kegiatan yang dilakukan oleh atasan yaitu pimpinan terhadap
hal-hal yang ada di bawahnya (mengawasi) untuk mengetahui kekurangan (bukan
semata-mata kesalahan) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.
TUJUAN SUPERVISI
- Tujuan Umum
a)
Memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru (dan sstaf sekolah lainnya) agar
personil tersebut mempu meningkatkan kualitas kinerjanya terutama melaksanakan
tugas yaitu melaksanakan proses pembelajaran.
- Tujuan Khusus
a)
Meningkatkan kinerja siswa agar berprestasi
b)
Meningkatkan kinerja guru
c)
Meningkatkan keefektifan kurikulum
d)
Meningkatkan keefektifan dan koefisiensian
sarana dan prasarana
e)
Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah
f)
Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah
g)
Mengembangkan metode belajar
h)
Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan
i)
Membantu membangkitkan semangat, memimpin dan
mengembangkan daya kreatifitas yang ada
FUNGSI SUPERVISI
- Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Perhatian utama supervisior: bagaimana dan perilaku siswa yang belajar dengan bantuan guru ataupun tanpa bantuan guru secara langsung
- Fungsi memicu unsur yang terkait dengan pembelajaran.Artinya supervisi yang berfungsi memicu atau penggerak terjadinya perubahan tertuju pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
- Fungsi membina dan memimpin.Artinya keberadaan kepala sekolah yang ditunjuk sebagai supervisior berkewajiban memimpin dan membimbing guru maupun staf TU.
- Fungsi penelitian. Hal ini dilakukan dalam rangka mengumpulkan data mengenai situasi belajar
- Fungsi penilaian. Setelah sesuatu situasi diamati saat penelitian, supervisior selanjutnya menyimpulkan aspek-aspek lalu dinilai secara obyektif. Supervisior tidak hanya mencari kelemahan yang disupervisi, tetapi mencoba mencari jalan keluar untuk masalah yang dihadapi.
- Fungsi perbaikan. Supervisi memperbaiki situasi belajar-mengajar dengan segala aspek ke arah yang lebih baik.
- Fungsi pembinaan. Ini merupakan fungsi paling inti seorang supervisior. Dalam pelaksanaannya, supervisior akan membimbing ke arah yang lebih baik sesuai tujuan pendidian yang dicita-citakan
PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI
Menurut S. Arikunto:
a)
Supervisi memberikan bimbingan dan memberikan
bantuan kepada guru dan staf sekolah lain untuk mengatasi masalah dan mengatasi
kesulitan dan bukan mencari kesalahan
b)
Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara
langsung. Artinya supervisior hanya memberikan masukan tanpa pemaksaan kepada
pihak yang diawasi untuk mengupayakan agar mempu untuk menumbuhkan kepercayaan
diri pada akhirnya dapat menumbuhkan motivasi kerja
c)
Apabila pengawas atau kepala sekolah
merencanakan untuk memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya disampaikan
sesegera mungkin agar tidak lupa.
d)
Kegiatan supervisi dilakukan secara berkala
misalnya 3 bulan sekali.
e)
Suasana yang terjadi selama supervisi
berlangsung hendaknya mencerminkan adanya hubungan yang baik antara supervisior
dan yang disupervisi.
f)
Agar tidak lupa, supervisior membuat catatan
singkat, berisi hal-hal penting yang diperlukan untuk membuat laporan.
DATA SUPERVISI
a) Pengamatan dari kepala sekolah atau pengawas
b) Data tertulis dari arsip dan dokumen sekolah ataupun angket yang diisi responden
c) Data suara dari jawaban wawancara
d) Data berbentuk gambaran atau grafis yaitu hal yang ditangkap oleh indera
SUMBER DATA SUPERVISI
- Orang atau personel, datanya berupa: informasi, penjelasan, uraian, pendapat, atau usul dan saran mengenai kegiatan pembelajaran yang sudah atau sedang berlangsung (melalui wawancara atau angket).
- Dokumen, antara lain dokumen tentang komponen siswa (buku pendaftaran, buku induk, kliping karya siswa, dll), komponen ketenagaan (buku induk pegawai, daftar presensi, catatan anekdot siswa, hasil karya guru, dll)
- Tempat atau lokasi, antara lain ada tidaknya benda yang ada dikelas dan kejadian apa yang terjadi di kelas.
METODE PENGUMPULAN DATA SUPERVISI
1. Kuisioner/angket
2. Wawancara atau interview
3. Pengamatan/observasi
4. Dokumentasi
5. Tes
6. Diskusi terfokus
7. Kunjungan rumah
8. Seminar/lokakarya
JENIS
TEKNIK SUPERVISI
1. Teknik Perseorangan.
Yaitu bantuan yang dilakukan secara sendiri oleh petugas supervisi, baik terjadi di dalam kelas maupun diluar kelas.
a)
Mengadakan kunjungan kelas
b)
Mengadakan observasi kelas
c)
Mengadakan wawancara perseorangan
d)
Mengadakan wawancara kelompok
2. Teknik Kelompok
a)
Mengadakan pertemuan atau rapat
b)
Mengadakan diskusi kelompok
c)
Mengadakan penataran-penataran
d)
Mengadakan wawancara kelompok
e)
Mengadakan seminar
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2004. Dasar-Dasar Supervisi (hal:
10-70). Jakarta: PT Adi Mahasatya.
Daryanto.
2006. Administrasi Pendidikan. (hal: 169-184). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Imron, Ali. 2012. Supervisi Pembelajaran Tingkat
Satuan Pendidikan. (hal:10-14).
Jakarta: Bumi Aksara.
Sagala, Syaiful. 2008. Administrasi Pendidikan Kontemporer.
(hal: 228-238). Bandung: Alfabeta CV.
Burhanudin, dkk. 2007. Supervisi Pendidikan dan
Pengajaran. (hal: 2-9). Malang: FIP
UM.
Hariwung. 1989. Supervisi Pendidikan. (hal:
27-50). Jakarta: DEPDIKBUD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar