Pendidikan.... Suatu proses untuk mencari arah hidup...
Latihan BAB VII Inovasi Kurikulum Hal. 98
Efendi, Mohammad. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran: Pengantar kearah Pemahaman KBK, KTSP, dan SBI. Malang: FIP UM.
- Penyebab rendahnya daya serap siswa berbagai jenjang salah satunya adalah karena minimnya waktu yang diperlukan untuk meningkatkan saya serap siswa, sehingga pada tahun-tahun belakangan ini ada beberapa upaya dari beberapa sekolah untuk meningkatkan daya serap siswa dengan memodifikasi jam pelajaran.
- Langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar dari :
- Sisi akademik misalnya:
- Meningkatkan kualitas tenaga pengajar yaitu dengan studi lanjut, lokakarya, workshop, dll
- Pengangkatan guru bantu
- Perbaikan kurikulum
- Perbaikan proses belajar mengajar
- Sisi non akademik misalnya: pembenahan/peningkatan fasilitas dan perangkat pendukung pembelajaran
- Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan karena beredar isu di dunia pendidikan bahwa kualitas belajar siswa yang dihasilkan oleh lembaga penddidikan formal dikatakan rendah, sehingga hal ini membuat pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitaws belajar mereka dengan berbagai upaya. Dengan meningkatkan kualitas belajar siswa, maka siswa akan mampu berkiprah secara mandiri di masyarakat dan tidak bergantung pada oranglain.
Latihan BAB II Konsep Dasar Kurikulum halaman 21-22
Efendi, Mohammad. 2009.Kurikulum dan Pembelajaran: Pengantar kearah Pemahaman KBK, KTSP, dan SBI. Malang: FIP UM.
- Kurikulum menurut saya adalah pengalaman belajar anak, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dibimbing oleh guru dan direncanakan serta diarahkan oleh sekolah yang di dalamnya terdiri atas unsur-unsur dan unit-unit untuk mencapai tujuan belajar.
- Karakteristik kurikulum pendidikan pada zaman kuno, antara lain:
- Kurikulum tidak ditulis karena kondisi masyarakat masih primitif dan masyarakat belum mengenal tulisan sehingga masih menggunakan lisan untuk menstransformasikan pengetahuan.
- Tujuan pendidikan masih sederhana dan terbatas, seluruh aspek pendidikan masih semata hanya untuk mencari nafkah.
- Pada mata pelajaran:
- Ilmu hitung hanya mengenal angka dan penjumlahan.
- Ilmu sains hanya terbatas pada kenyataan-kenyataan alam.
- Ilmu sosial hanya terbatas pada tradisi-tradisi dan bentuk sosial yang sederhana.
- Pendidikan jasmani,keindahan, religius, sudah dikenal baik dan menjadi bagian kehidupan saat itu.
- Karakteristik kurikulum pendidikan pada zaman Yunani dan Romawi:
- Persamaan:
- Karakteristik pendidikan memilihi arah yang jelas fokus keahlian atau materi yang dikembangkan dan sudah dideskripsikan dengan sistematis.
- Konsep pendidikan yang sistematis dalam mengembangkan tatabahasa bertujuan untuk menciptakan serta membentuk keadilan sosial dalam bermasyarakat.
- Perbedaan:
- Pada pengembangan kurikulum:
- Yunani:
- Sekolah menitikberatkan pada pendidikan keahlian bicara/berpidato dan berdebat
- Sekolah menitikberatkan pada pendidikan intelektual serta bidang filsafat.
- Kurikulum menitikberatkan bahasa
- Dianjurkan ada korelasi antara sejara, biografi, religi, dengan pelajaran-pelajaran kuno
- Pendidikan hendaknya direncanakan sesuai individu
- Pada tujuan pendidikannya:
- Menempatkan manusia sesuai dengan bidang dan keahliannya
- Membuat ahli-ahli pidato dengan metode yang digunakan luas, sehingga tidak hanya sebagai orator saja tapi sebagai warga negara yang baik